Selasa, 24 Desember 2013

Dilarang Melakukan Pendakian Massal di Semeru!

Dimohon untuk tidak terpengaruh dan mengikuti event- event pendakian massal (Penmas) ke Gunung Semeru yang diselenggarakan oleh panitia/ EO/ Organisasi Penggiat Alam yang kini banyak bermuculan di mana- mana.


Sekali lagi TN BTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) TIDAK AKAN


PERNAH MENGELUARKAN SIMAKSI untuk mereka, karena kegiatan tersebut sudah TIDAK LAGI DIPERBOLEHKAN (khusus untuk kegiatan pendakian Gunung Semeru).




Pendakian Gunung Semeru bukan untuk "JATAH BORONGAN" yang diselenggarakan oleh PARA PEMBORONG BISNIS PENDAKIAN yang justru mempersempit atau bahkan menutup kesempatan untuk pendaki kelompok kecil/ kaum kusam/ pun amatir lainnya untuk menikmati Gunung Semeru.

Ayo Hujan-Hujanan


Ini bukan sekadar sebuah kesenangan bermain dengan rintik dari langit yang memang sangat menyenangkan. Juga bukan sekadar penelitian ilmiah tentang manfaat hujan.

Berikut kisah Anas bin Malik Radhiallahu Anhu :
“Anas berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kehujanan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini Beliau menjawab, “Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.” (HR. Muslim).

An Nawawi menjelaskan hadits ini;

“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya. Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap -yang bukan aurat- agar terkena hujan.” (Al Minhaj)

Sabtu, 21 Desember 2013

" NEGARA TERKAYA DIDUNIA (katanya) "


Apalah arti gunung-gunung tinggi menjulang | Berbaris rapi penuh keindahan.
Hijau dan biru nan segar dipandang | Vila-vila berjajar tawarkan godaan | Berjibun kekayaan
terpendam di dalamnya.

Namun di lereng tampak setumpuk sampah |
Hitam dan cokelat nan perih dipandang |
Berbaris rumah tak layak tinggal | Terdengar
tangis bayi kelaparan | Suara rintih ibu
menahan kenyataan | Seorang ayah tak kuat
lagi menahan beban | Bocah-bocah kecil
berlarian tak berseragam


Hasil Kontemplasi Sang Budayawan Muslim:: 'Emha Ainun Nadjib' _Champion Of Life_


AKU jatuh hati pada Indonesia. Tanah air alunan balada antagonis-protagonis yang harmonis. Tak peduli apakah nenek moyang mereka adalah Ibu Peradaban Dunia ataukah raja dan rakyat dungu yang bisa dijajah ditipu diperdaya oleh sekumpulan satpam VOC.

Biarin apakah mereka berasal usul dari Negeri Atlantis, Sunda Land, atau turunan Nabi Sis ketika darah istrinya dirasuki Iblis. Tidak urusan apakah sejarah manusia Nusantara lebih tua dibandingkan dengan Yunani kuno, Mesir kuno, Inka-Maya, Mesopotamia, sehingga juga jauh lebih tua daripada Ibrahim yang menurunkan Yahudi dan Arab yang kini sedang menguasai dunia.



Tingkat Pencemaran Udara di Indonesia


Tingkat pencemaran udara di Indonesia sangat mengkhawatirkan ,bahkan Indonesia menjadi Negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ke tiga di dunia. Menurut world bank juga menempatkan kota Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, Mexico City. Di indonesia sendiri, data yang dipaparkan Oleh Pengkajian Ozon dan Polusi Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasioanal(Lapan),Jawa Barat menduduki peringkat polusi udara tertinggi di Indonesia. Semua itu disebabkan oleh polusi udara antara lain oleh ;emisi transportasi, kebakaran hutan dan industri.

Selasa, 17 Desember 2013

Tanah Surga Ku


Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu.
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman



Kamis, 05 Desember 2013

Daftar nama tumbuhan dan nama latinnya

Daftar nama tumbuhan (tanaman) dan nama latin ini sebagai kumpulan nama tumbuhan (flora) yang dilengkapi dengan nama latin (ilmiah). Seratusan nama tanaman lengkap dengan nama latinnya saya susun sebagai daftar.

Daftar dalam artikel ini merupakan permintaan keponakan saya yang menanyakan nama tumbuhan beserta nama latinnya. Dari pada susah nulis hanya untuk dikirim pada satu orang via email, saya pikir akan lebih baik jika tumbuhan dan nama latin ini saya posting di blog sekalian. Siapa tahu ada yang membutuhkan.

Berikut daftar nama latin dari berbagai tumbuhan atau tanaman yang kesemuanya dapat ditemukan di Indonesia. Sedangkan untuk nama latin hewan baca: Daftar Nama Latin Hewan.
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

Jumat, 08 November 2013

Islam dan Go Green: Praktek Go Green Ala Rasulullah

go-green1Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan sesuatu yang dimakan darinya menjadi sedekah baginya, dan sesuatu yang dicuri darinya menjadi sedekah baginya, dan tidaklah sesuatu itu dikurangi oleh seseorang melainkan ia menjadi sedekah baginya hingga hari kiamat (HR. Muslim)
Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman pohon atau menabur suatu benih lalu sebagian hasilnya dimakan oleh burung atau seseorang, melainkan menjadi sedekah baginya (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

# Larangan Menebang Pohon Bidara
Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah. pernah bersabda, “Sesungguhnya orang yang menebang pohon bidara akan dituang api neraka di kepalanya’,” (Shahih, HR al-Baihaqi [IV/117]).
Diriwayatkan dari Muawiyah bin Haidah, ia berkata, “Rasulullah pernah bersabda, ‘Allah akan menuangkan (air panas) ke atas kepala penebang pohon bidara di dalam neraka’,” (HR al-Baihaqi [VI/141]).
Para ulama berselisih pendapat tentang larangan menebang pohon bidara kepada beberapa pendapat:
Imam Abu Dawud berkata, “Hadits ini cukup ringkas. Artinya barangsiapa menebang pohon bidara yang tumbuh di padang pasir tempat berteduh para musafir dan hewan ternak, tanpa ada kemaslahatan sedikitpun maka Allah akan menuangkan air panas ke atas kepalanya di neraka nanti.”
Imam Ath-Thahawi berpendapat, “Bahwa hadits ini mansukh, sebab Urwah bin az-Zubair salah seorang perawi hadits ini pernah menebang pohon bidara untuk diolah menjadi beberapa pintu,” (lihat Musykilul Aatsaar [VII/427]).

Jumat, 01 November 2013

Pecinta Alam dan Paradigma Gerakan Lingkungan


” jika ingin mengubah negara untuk kegiatan – kegiatan yang sulit tentang persoalan kebijakan politik, pencinta lingkungan menjadi sumber kekuatan dengan apa saja dapat dilakukan. Jika anda ingin mempunyai negara untuk kepentingan ekonomi, pikirkan diri anda dan generasi anda yang akan datang, saya yakin anda dapat melakukannya”
(Gerlorfd Nelson dalam catalyst conference speech university of Illionis, 1990)
Pencinta alam di Indonesia saat ini belum dirasakan sebagai salah satu akar gerakan lingkungan, terbukti dalam korelasinya saat ini dengan menjamurnya perhimpunan pencinta alam seiring pula dengan kerusakan yang tidak terkendali. Dimanakah letak penyimpangan ini karena keberadaan pencinta alam dalam tataran yang ideal dapat menumbuhkembangkan generasi yang peduli lingkungan. ini patut dikembangkan baik dalam pola gerakan maupun pengembangan organisasinya. Namun dalam tataran real tidak bisa di bedakan antara pencinta alam dan penggiat alam terbuka karena keduanya hampir tidak bisa dibedakan mana yang penggiat dan mana pencinta alam
Model gerakan lingkungan yang berasal dari pencinta alam pada periode kelahirannya lebih menekankan pada kecintaan terhadap alam yang diwujudkan dengan naik gunung, camping, pelatihan konservasi, dan penghijauan di lereng-lereng gunung. Selain kecintaan terhadap alam, mereka ornop dan sebagian pencinta alam masih terkonsentrasi pada model pembangunan. Karena mereka masih meyakini kebenaran model pembengunan berkelanjutan dengan standar kemajuan ekonomi yang sesungguhnya menimbulkan dampak.
Simpulan Paradigma

Mendaki Gunung Adalah Pekerjaan Jati Diri


5cmTidak bisa dipungkiri bahwa film 5 cm telah menyedot perhatian banyak kalangan. Bukan karena cerita cinta yang disuguhkan melainkan kegiatan mendaki gunungnya, yakni mendaki puncak gunung semeru yang merupakan tertinggi di pulau Jawa. 3676 mdpl. Bagi masyarakat awam, film ini telah memberikan sedikit informasi tentang bagaimana mendaki gunung. Tak sedikit dari mereka yang kemudian berencana untuk mendaki gunung.
Mendaki gunung tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Butuh ilmu dan ketahanan fisik serta mental yang kuat. Tidak dilakukan secara sembarangan. Bagi para pendaki gunung (penggiat alam terbuka), menaiki sebuah gunung adalah kegiatan yang menantang dan menyalurkan hobi. Namun bagi segilintir orang, mendaki gunung merupakan sebuah kegiatan atau pekerjaan yang sia-sia dan membuang-buang waktu, adapula yang memaknai nya untuk mencari pasangan atau jodoh (semoga saya tidak termasuk :p). Lantas apa jadi nya jika mendaki gunung untuk sekedar hanya sekedar “gaya-gayaan”, apa jadi nya jika mendaki gunung untuk berbuat “centil” kepada lawan jenis? Lalu apa dan bagaimana esensi dan filosofi mendaki gunung?
Ada sebuah kutipan yang sangat menarik dari Lord Robert Boden Powell yang dikenal sebagai Bapak Pandu Dunia. “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”.

Apa Yang Kau Cari, Hai Pendaki?


dimas putra ramadhan
Lewat obrolan virtual itu  kau bertanya tentang petualangan-petualanganku. Tentang seberapa banyak puncak tinggi yang pernah kugagahi. Juga tentang seberapa luas rimba raya yang telah kucumbui. Selebihnya kau hanya bercerita tentang petualanganmu saja, tanpa titik koma. Padahal jika bisa kau  tatap mataku saat itu, tentu kau akan tahu jika sebenarnya aku enggan mendengar ceritamu.
Beberapa tahun yang lalu aku juga sama sepertimu kawan. Ketika secarik kain berwarna ungu itu baru saja melingkar di leherku. Saat benak ini hanya dipenuhi oleh satu obsesi. Mendaki, mendaki dan mendaki, itu saja. Namun, di tengah perjalanan akhirnya aku baru sadar akan sesuatu. Tak harus menjadi seorang pencinta alam, jika kau hanya ingin berpetualang! Sebab, mendaki sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Bukan hanya aku atau kamu, tapi juga mereka.

Apakah Seperti Ini Pecinta Alam Indonesia abad 21?


Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.
Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.

Kamis, 31 Oktober 2013

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia



Kode etik pecinta alam Indonesia dicetuskan dalam kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV yang dilaksanakan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja pada bulan Januari 1974. Gladian yang diselenggarakan oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja pencinta Alam se-Ujung Pandang ini diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se Indonesia.

Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.